Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Parodi Sex - Lara Croft – In deep forest of borneo 1
Biodataviral.com - Lara menghela napas panjang. Raut wajahnya menunjukkan kelelahan yang amat sangat. Setelah 2 jam berjuang untuk mendaki bukit terjal dalam malam yang mencekam dan di tengah hujan gerimis yang seakan tiada pernah menunjukkan tanda-tanda untuk reda. Masih jelas dalam ingatannya kecelakaan mobil yang baru saja dialami beberapa jam yang lalu. Ban mobil yang tertembak oleh peluru yang dilontarkan salah satu anak buah Vincent. Beruntung Lara dapat keluar dari Jeep tersebut sebelum jatuh terguling di jurang yang terjal dan licin akibat guyuran hujan. Lara memang berhasil menyelamatkan diri namun dia belum mengetahui nasib dua temannya yaitu Mary Ann dan Demosh yang menyertainya dalam petualangan ini.
Lara menyeka wajahnya yang mulus dengan ujung kaos ketatnya yang kini telah basah dan terasa lengket di badannya. Kaos yang robek di beberapa bagian termasuk di bagian dada kirinya sehingga menampakkan kulit dada montoknya yang kotor tersapu debu dan tanah sewaktu mendaki tadi. Puting susunya tercetak dengan jelas tidak dirisaukan lagi karena yang ada dalam pikirannya kini hanyalah bagaimana menemukan jalan untuk dapat keluar dari Gunung ini tanpa tertangkap oleh musuh-musuhnya yang dapat dipastikan masih berpatroli untuk dapat menangkap Lara dalam keadaan hidup maupun mati. Direbahkan tubuhnya yang padat berisi di hamparan rumput sambil memijit urat pahanya yang kini berdenyut pelan akibat kelelahan. Pikirannya melayang kembali di saat kejadian, masih terngiang jelas di telinganya teriakan Mary Ann dan Demosh sebelum keduanya terguling bersama mobil Jeep yang mereka tumpangi ke tebing terjal di beberapa ratus meter di bawah.
Belum sempat beristirahat sejenak, tiba-tiba Lara dikejutkan oleh suara tembakan dari sisi kiri tempat dia berbaring dan dengan gerak reflek yang cepat dia segera berguling ke arah sebaliknya. Tetapi segera pula dia sadar bahwa di pangkal paha kirinya telah tertancap sejenis jarum dengan bulu warna warni di ujungnya. Perlahan dirasakan tubuhnya semakin ringan dan melemah dan matanya seakan tidak mampu menahan rasa kantuk yang amat sangat. Apa yang dilihat dari sela-sela kelopak matanya sebelum terkatup rapat adalah tubuh-tubuh besar dengan teriakan-teriakan yang tidak dimengerti olehnya berlarian menghampiri dirinya yang kini telah terkulai lemas akibat tertembak jarum yang mengandung obat bius.
Ruangan Bawah Tanah, Markas Komplotan Vincent DeGaule
03.24 WIB
Guyuran air yang dingin menyadarkan Lara dari pengaruh obat biusnya. Segera Lara terbangun dan pada saat yang sama pula dia mendapati dirinya terikat di salib besar berbentuk huruf X yang terbuat dari kayu. Kedua tangannya terikat dengan tali tambang yang erat dan kasar sementara kedua kakinya yang berada dalam posisi terbuka lebar juga mengalami hal yang sama dengan tangannya.
Terkait
“Bangun!! Dasar pelacur murahan!!” Terdengar teriakan membahana dari arah depannya.
Lara mendongakkan sedikit kepalanya untuk mencari tahu pemilik suara tersebut. Matanya mendapati sesosok tubuh tegap bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana cawat saja. Tangan kirinya memegang sebuah ember kosong sementara tangan kanannya mengusap kepalanya yang botak. Sambil menyeringai dia kembali berteriak keras: Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...