Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Baru Dikit Udah Masuk Anus Tante 1

 Iklans.com - Setelah peperangan panjang antara kerajaan Shadow dan Light, akhirnya seluruh kepingan dari prasasti Words Worth berhasil disatukan. Kedua kerajaan pun akhirnya hidup damai berdampingan, namun kedamaian itu sedikit terusik oleh ancaman baru terhadap kerajaan Shadow. Kaum orc yang hidup dekat perbatasan Shadow sering mengganggu keamanan wilayah itu, mereka merampok, membunuh, dan memperkosa gadis-gadis disekitar sana. Untuk menumpas kaum orc, Astral yang telah menjadi raja di kerajaan Shadow mengirim pasukan besar ke perbatasan yang dipimpin langsung oleh kekasihnya, Jenderal Sharon. Dibawah pimpinannya pasukan Shadow berhasil merebut beberapa wilayah yang jatuh ke tangan orc serta membunuh beberapa panglimanya. Menghadapi ksatria wanita yang tangguh dan cerdas itu kaum orc mulai menyusun siasat untuk dapat menjebak dan mengalahkannya.


Hari itu, kedua pasukan bertemu dan bertempur di sebuah tanah lapang yang luas. Pasukan kavaleri Shadow dapat mengungguli pasukan orc. Jenderal Sharon nampak anggun dan berwibawa diatas kudanya, tangannya yang berpedang dikibaskan kesana-kemari membantai para orc itu, entah sudah berapa banyak kepala orc yang jatuh ke tanah akibat tebasannya. Melihat prajurit dan perwiranya berjatuhan, jendral orc yang berbadan besar dan berkulit hijau itu memerintahkan mundur. Sharon yang ingin meringkus panglima tertinggi orc itu memerintahkan pengejaran yang dipimpin langsung olehnya. Dia berada pada baris paling depan, jubah dan rambut emasnya yang panjang hingga sepinggang melambai-lambai diatas punggung kuda yang berlari kencang itu, matanya memancarkan keberanian dan tekad yang kuat.

Mereka mengejar semakin jauh ke dalam sebuah hutan yang rimbun. Sharon mulai merasakan sesuatu yang tidak beres karena tempat itu begitu sepi, insting militernya mengatakan bahwa ada jebakan yang menantinya. Benar saja, begitu dia memerintahkan mundur pasukannya, serempak terdengar seruan “Serbuu..!” yang memenuhi hutan yang tadinya sepi tadi, disusul hujan panah dan bermunculannya pasukan orc dari semak-semak dan atas pohon. Mayat-mayat pasukan Shadow bergelimpangan dengan tubuh penuh anak panah, Sharon sendiri berjuang keras menangkis setiap anak panah dengan pedangnya, sebuah panah menyerempet lengannya yang tidak terlindung baju zirah sehingga berdarah. Setelah hujan panah mereda mereka masih harus menghadapi sergapan orc yang menyerang dari semak dan pohon. Pasukan kaveleri tidak dapat bergerak leluasa dalam hutan yang lebat, akibatnya pasukan yang berkekuatan 200-an orang itu nyaris seluruhnya tersapu bersih.

“Lari jenderal.. kami akan mengawalmu!” seru seorang pengawalnya.
Dengan 4 orang pengawal pribadi, Sharon menerobos kekacauan itu untuk meloloskan diri. Di sebuah lintasan mereka dihadang oleh sepasukan kecil yang dipimpin oleh jenderal orc yang tadi pura-pura mundur.
“Hua-ha-ha.. sekarang rasakan pembalasanku, serbu..!” serunya sambil mengacungkan gadanya pada mereka.
Pertempuran yang tidak seimbang pun dimulai, jenderal orc, tanpa kesulitan berarti menghabisi keempat pengawal Sharon dengan gada bajanya. Kini kedua jenderal yang berseteru itu saling berhadapan, bunyi denting pedang beradu dengan gada baja terdengar nyaring.




“Hebat juga kau jenderal cantik, kau lebih cocok jadi peliharaanku daripada jadi jenderal!” ejek orc itu di sela pertarungan, matanya yang lebar itu jelalatan menatapi tubuh Sharon yang indah, seolah menelanjanginya.
“Makhluk menjijikkan, kubunuh kau hari ini demi negeriku!” seru Sharon dengan penuh amarah.
“Ayolah manis, aku sudah tak sabar ingin bermain cinta denganmu”.
“Biaya untuk bermain cinta denganku terlalu mahal untukmu!” serunya sambil menerjang dengan teknik pedang yang luar biasa. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia